Dari Jawa Tengah untuk Sumatera Barat, PGRI Hadirkan Aksi Kemanusiaan
Pascabencana
Kepedulian terhadap masyarakat
terdampak bencana kembali ditunjukkan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia
(PGRI) bersama institusi pendidikan tinggi. Pada Sabtu, 10 Januari 2026, pukul
08.00 WIB, PGRI Provinsi Jawa Tengah melalui PGRI Provinsi Sumatera Barat
bekerja sama dengan Universitas PGRI Sumatera Barat menyalurkan bantuan
kemanusiaan kepada warga terdampak banjir dan longsor di Tabing Banda Gadang,
Kecamatan Nanggalo, Kota Padang.
Pasca bencana, kondisi warga
Tabing Banda Gadang masih berada dalam tahap pemulihan. Sejumlah rumah warga
mengalami kerusakan akibat genangan air dan material longsor, sementara
lingkungan permukiman dipenuhi lumpur dan sisa bencana. Aktivitas masyarakat
belum sepenuhnya kembali normal karena warga masih melakukan pembersihan rumah
dan lingkungan sekitar. Selain kerugian material, bencana tersebut juga
berdampak pada kondisi psikologis masyarakat, terutama rasa cemas dan kelelahan
pascabencana.
Dalam kegiatan tersebut, PGRI dan
Universitas PGRI Sumatera Barat menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga
terdampak sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Lebih dari itu,
Universitas PGRI Sumatera Barat secara aktif melaksanakan kegiatan pengabdian
kepada masyarakat dengan melibatkan dosen dan mahasiswa. Kegiatan pengabdian
tersebut meliputi penanaman pohon sebagai upaya rehabilitasi lingkungan
pascabencana serta partisipasi langsung civitas akademika dalam membantu warga
membersihkan kawasan permukiman di sekitar Tabing Banda Gadang.
Bendahara PGRI Provinsi Sumatera
Barat sekaligus Ketua BPH PB PGRI Universitas PGRI Sumatera Barat, Bapak Dr.
Dasrizal, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan
wujud nyata kepedulian PB PGRI yang disalurkan melalui PGRI Provinsi Jawa
Tengah dan PGRI Provinsi Sumatera Barat kepada masyarakat yang terdampak banjir
dan longsor.
Bapak Dasrizal menegaskan bahwa
kegiatan tersebut merupakan implementasi dari slogan “SIGAP PGRI”, yang
mencerminkan kesiapsiagaan, kepedulian, dan kehadiran nyata PGRI di tengah
masyarakat pada saat terjadi bencana. SIGAP PGRI dimaknai sebagai komitmen
organisasi untuk bergerak cepat, tanggap, dan bertanggung jawab dalam
memberikan bantuan kemanusiaan.
Sementara itu, Rektor Universitas
PGRI Sumatera Barat, Bapak Prof. Dr. Ansofino, M.Si., menekankan bahwa
keterlibatan Universitas PGRI Sumatera Barat dalam kegiatan ini merupakan
bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian
kepada masyarakat. Menurut Rektor, perguruan tinggi tidak hanya berperan
sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung
jawab sosial untuk hadir dan berkontribusi secara langsung dalam membantu
masyarakat menghadapi situasi darurat.
Prof. Ansofino juga mengapresiasi
sinergi antara PB PGRI, PGRI Provinsi Jawa Tengah, dan PGRI Provinsi Sumatera
Barat yang telah memungkinkan terlaksananya kegiatan kemanusiaan ini. Beliau
berharap kegiatan pengabdian masyarakat seperti ini dapat terus berlanjut dan
menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Universitas PGRI Sumatera Barat
dalam mendukung pemulihan sosial dan lingkungan pascabencana.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa
kolaborasi antara organisasi profesi dan perguruan tinggi mampu menghadirkan
solusi nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat nilai solidaritas dan gotong
royong dalam menghadapi dampak bencana alam.




.jpeg)








